Quiz



Bloggers, now I give writing that makes you think twice or maybe more (sort of quiz). Hopefully your answer is equally true that I could answer .. Good luck ..

   1. There is a man who lives on the top floor of a very tall building. Everyday he gets the elevator down to the ground floor to leave the building to go work. Upon returning from work though. He can only travel half way up in the lift and has to walk the rest of the way unless it’s raining!
Why? (this is probably the best known and most celebrated of all lateral thinking puzzles. It is a true classic. Although there are many possible solutions which fit the initial conditions. Only the canonical answer is truly satisfying.)

  2.  A man and his son are in a car accident. The father dies on th scene, but the child is rushed to the hospital. When he arrives the surgeon says, “i can’t operate on this boy, he is my son!” How can this be?

  3.  A man is wearing black such as black shoes, socks, trousers, lumper, gloves and balaclava. He is walking down a black street with all the street lamps off. A black car is coming towards him with its light off but somehow manages tostop in time. How did the driver see the man?

  4. Why is it better to have round manhole covers than square ones? This islogical rather than lateral, but it is a good puzzle that can be solved bylateral thinking techniques. It is suppoesedly used by a very well-known software company as an interview question for prospective employees.

  5.  A man went to a party and drank some of the punch. He then left early. Everyone else at the party who drank the punch subsequently died of poisoning. Why did the man not die?

  6. A man walks into a bar and asks the barman for a glass of water. The barman pulls out a gun and points it at the man. The man says ‘thank you’ and walks out. (this puzzle claims to be the best of the genre. It is simple in its statement. Absolutely baffling and yet with a completely satisfyig solution. Most people struggle very hard to solve this one yet they like the answer shen they hear it or have the satisfaction of figuring it out).



The solutions are:
  1.    The man is very very short and can only reach halfway up the elevator buttons. However if it is raining then he will have his umbrella with him and can press the higher buttons with it.
  2.  The surgeon was his mother.
  3.  It was day time.
  4.  A square manhole cover can be turned and dropped down the diagonal of the manhole. A round manhole cannot be dropped down the manhole. So far safety and practically, all manhole covers should be round.
  5. The poison in the punch came from the ice cubes. When the man drank the punch, the ice was fully frozen. Gradually it melted, poisoning the punch.
  6.  The man had hiccups. The barman recognized this from his speech and drew the gun in order to give him a shock. It worked and cured the hiccups, so the man no longer needed the water.

Struktur CMMI dan Capability Level CMMI


2.1.2 Struktur CMMI untuk Continuous Representation
Seperti yang tertulis sebelumnya, pada penelitian ini digunakan pendekatan continuous representation. Melalui pendekatan ini, peningkatan yang ditunjukkan suatu organisasi diukur dalam empat tingkatan yang disebut capability level. Semakin tinggi level yang dicapai maka semakin cakap suatu organisasi dalam area proses yang telah dipilih sebelumnya. Selama pemenuhan capability level, komponen area proses yang harus dipenuhi yaitu Generic Goals (GG) yang dijabarkan dalam Generic Practices (GP) (lihat gambar 2.1). Penjelasan definisinya sebagai berikut [15]:
a.              Generic Goals (GG), dikatakan generic karena tujuan yang dinyatakan dalam generic goals diimplementasikan untuk beberapa area proses sekaligus. Dalam continuous representation, generic goals ini  identik dengan pencapaian tiap level. Generic goals mendeskripsikan karakteristik proses yang harus ada untuk mengimplementasikan setiap area proses.
b.             Generic Practices (GP) mendefinisikan aktivitas yang dianggap penting selama pencapaian generic goals.
c.              Specific Goals (SG) mendeskripsikan karakter unik yang harus ada untuk memenuhi area proses yang ada. Specific goals didefinisikan khusus dan berbeda-beda untuk setiap area proses.
d.             Specific Practices (SP) mendefinisikan aktivitas-aktivitas yang diharapkan ada dalam usaha pemenuhan sasaran tujuan yang diuraikan dalam specific goals.
Gambar 1.2 Struktur pendekatan continuous representation [8]

2.1.3 Capability Level pada CMMI SW-Development versi 1.3
Saat implementasi teknisnya, Capability Level (CL) memiliki empat tingkatan sebagai indikasi tingkat pencapaian organisasi terhadap setiap generic goals dalam sebuah area proses tertentu. Berikut ini penjelasan singkat dari masing-masing level tersebut:
a.             Level 0: incomplete. Dikatakan incomplete karena adanya area proses yang tidak diimplementasikan atau hanya berjalan sebagian saja. Penyebab area proses tidak diimplementasikan atau berjalan sebagian yaitu generic goals tidak diimplementasikan atau hanya sebagian yang diimplementasikan organisasi. Melihat kondisi ini, bisa dikatakan semua pengembang software minimal telah berada di CL 0.  
b.             Level 1: performed. Pada level ini, organisasi telah mengimplementasikan area proses tertentu secara utuh meliputi specific goals dan specific practices. Ketika sebuah organisasi berada di level ini, akan membawa kemajuan implementasi beberapa SP di setiap area proses yang justru memberikannya landasan kuat untuk peningkatan ke CL 2  hingga CL 3. 
c.              Level 2: managed. Pada level ini, pengembangan software telah dikelola dengan baik dalam suatu manajemen. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perencanaan di setiap prosesnya, adanya dokumentasi di setiap kegiatan, dan dilakukan pengawasan, kontrol dan evaluasi.
d.             Level 3: defined. Pada level ini, pelaksanaan area proses telah mencapai tingkat kecakapan dimana organisasi menggunakannya untuk implementasi lebih meluas. Setiap proses diatur dengan meilihat keterkaitannya dengan area proses lainnya [15].

Untuk mencapai ke capability level 3, suatu organisasi harus melalui level-level sebelumnya secara bertahap dan tidak dibolehkan dalam CMMI adanya lompatan-lompatan proses ke level tertinggi. Oleh karena itu bisa disimpulkan bahwa usaha peningkatan kualitas software di CMMI berdasarkan kepada peningkatan proses yang tercantum pada tiap levelnya. 
Setiap capability level yang ada pada CMMI mencantumkan banyak proses yang diketahui dengan adanya generic practices. Penjabaran generic practices setiap capability level dapat dilihat tabel 2.1.
Tabel 1.1 Penjabaran Generic Practices pada Setiap Capability Level CMMI [8]
Capability Level (CL)
Generic Goals (GG)
Generic Practices (GP)
CL 0
Tidak ada generic goals
Tidak ada generic practices
CL 1
GG 1 Achieve Specific Goals
GP 1.1 Perform Specific Practices






CL 2





GG 2 Institutionalize a Managed Process
GP 2.1 Establish an Organizational Policy
GP 2.2 Plan the Process
GP 2.3 Provide Resources
GP 2.4 Assign Responsibility
GP 2.5 Train People
GP 2.6 Control Work Products
GP 2.7 Identify and Involve Relevant Stakeholders
GP 2.8 Monitor and Control the Process
GP 2.9 Objectively Evaluate Adherence
GP 2.10 Review Status with Higher Level Management
CL 3
GG 3 Institutionalize a Defined Process
GP 3.1 Establish a Defined Process
GP 3.2 Collect Process Related Experiences

Berdasarkan tabel 2.1 dapat diamati bahwa untuk mencapai Capability Level (CL) 3, pengukuran setiap area proses CMMI harus diukur berdasarkan tiga generic goals. Oleh karena itu, area proses yang akan diukur pada penelitian ini harus melewati ketiga generic goals. Apabila salah satu dari ketiga generic goals tidak terpenuhi maka pengukuran akan dihentikan.   

2.1.4 Practices Implementation Indicator (PII)
Practices Implementation Indicator (PII) adalah sekumpulan bukti yang menunjukkan adanya pelaksanaan practices CMMI di sebuah organisasi. Penemuan bukti-bukti tersebut akan dikelompokkan menjadi tiga kategori yaitu [18]:
a.    Direct artifact adalah bukti yang menunjukkan adanya implementasi pada specific atau generic practices. Bukti ini dalam istilah CMMI dinamakan work product.
b.    Indirect artifact adalah bukti yang berisi deskripsi umum tentang pelaksanaan practices tetapi tidak menunjukkan informasi lengkap terhadap practices yang dijalankan seperti siapa pelaksananya, bagaimana pelaksanaannya.
c.    Affirmations adalah bukti berupa pernyataan secara lisan atau tertulis yang menunjukkan bahwa practices itu diimplementasikan.   

Dari hasil analisis diatas, maka dilanjutkan dengan pelabelan kategori implementasi setiap practices dapat dilihat tabel 1.2.
Tabel 1.2 Kategori Implementasi Practices [18]
Label
Penjelasan
Fully Implemented (FI)
Adanya direct artifact dan diimplementasikan secara tepat
Paling tidak ada satu indirect artifact atau pernyataan yang melengkapi direct artifact.
Tidak ada kekurangan yang berarti
Largely Implemented (LI)
Adanya direct artifact dan diimplementasikan secara tepat.
Paling tidak ada satu indirect artifact atau pernyataan yang melengkapi direct artifact.
Satu atau lebih kekurangan yang ditemukan
Partially Implemented (PI)
Tidak ada direct artifact atau bilapun ada tidak diimplementasikan dengan tepat
Adanya affiirmation atau bukti yang menyatakan proses tersebut dijalankan.
Satu atau lebih kekurangan telah didokumentasi
Not Implemented (NI)
Tidak mengimplementasikan semua bukti yang disebutkan



[8]     CMMI Product Team, 2010. CMMI for Development version 1.3. Pittsburgh: Carnegie Mellon University. 
[15]   Resmi Eviana, Shinta. 2008. Pengukuran dan Evaluasi Proses Rekayasa Software Menggunakan Standar Kualitas Capability Maturity Model Integration. Tugas Akhir di Institut Teknologi Telkom (IT Telkom). Bandung.
[18] SCAMPI, CMMI. 2008. CMMI Introduction. http://www.sqa.net/cmmi-scampi.html. Diakses tanggal 12 Februari 2012 pukul 06.00 WIB.


Model Pendekatan CMMI


Pada tahun 1980 Department of Defense (DoD) membentuk Software Engineering Institute (SEI) untuk melakukan penelitian terhadap kajian pengembangan perangkat lunak. Misi utamanya yaitu meneliti tingkat pengaruh maturity framework terhadap manajemen kualitas pengembangan perangkat lunak. Maka lahirlah framework CMMI yang merupakan sebuah model pengembangan untuk mengukur dan mengevaluasi tingkat kematangan (maturity) dari proses rekayasa perangkat lunak.
CMMI menyediakan pedoman kepada pengembang perangkat lunak tentang bagaimana peningkatan kontrol terhadap membangun dan memelihara perangkat lunak, dan penerapan tata kelola dalam pengembangan perangkat lunak. Dengan demikian, ketika pengembang perangkat lunak menerapkan CMMI pada perusahaannya, diharapkan pengembang tersebut dapat mengendalikan dan mengarahkan software process. Sehingga segala hal pengembangan perangkat lunak dapat direncanakan dan diukur secara matang serta secara profesional.


Kerangka CMMI memiliki dua model pendekatan yaitu continuous representation dan staged representation. Kedua model pendekatan ini menawarkan alternatif untuk process improvement yang dapat meningkatkan pengetahuan pengguna terhadap kedua pendekatan. Berikut ini penjelasan dari kedua metode tersebut:
a.              Continuous representation, merupakan model pendekatan yang berfokus pada kapabilitas area proses yang diukur melalui level kapabilitas (capability level) [1]. Level kapabilitas suatu proses berkaitan pada pencapaian setiap generic goals pada suatu area proses. Level kapabilitas CMMI memiliki empat level yaitu dari level 0 hingga level 3 [2]. Pengukuran tersebut berdasarkan pemenuhan generic goals pada CMMI secara bertahap. Lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar 1.1.

Gambar 1.1 Struktur pendekatan continuous representation [2]

b.             Staged representation merupakan pendekatan berdasarkan kematangan suatu organisasi yang diukur dengan level kematangan (maturity level). Pada staged representation, level kematangan suatu perusahaan diukur dengan lima level yaitu level 1 hingga level 5 [1]. Dengan demikian, semakin tinggi level yang dicapai maka akan semakin tinggi tingkat kematangan yang dicapai perusahaan. Lebih jelasnya pemahaman struktur staged representation bisa dilihat gambar 1.2.   

Gambar 1.2 Struktur pendekatan staged representation [2]

[1]     Chrissis, Mary Beth. 2003. CMMI: Guideline for Process Integration and Product Improvement. Addison Wesley.

[2]     CMMI Product Team, 2010. CMMI for Development version 1.3. Pittsburgh: Carnegie Mellon University.

Pengalaman sidang skripsi

Assalamualaikum...
Sobat Blogger, alhamdulillah rabu 14 Maret 2012 lalu gw telah melalui sidang skripsi yang benar-benar mengesankan..
Kenapa mengesankan? Karena gw telah melaluinya dengan sebaik-baik persiapan..
Apa aja sih persiapannya? oke gw ceritakan di blog ini sekarang ya (duh udah ga sabar ya)..

Dua hari hingga satu hari sebelum sidang tepatnya senin 12 Maret 2012, pertama gw banyakin berdoa (sholat, dzikir n berdoa setelah sholat) termasuk minta didoakan sama orangtua, saudara2 n dosen pembimbing. Kenapa gw mesti berdoa? ya karena biar hati n pikiran gw tenang n mantap menghadapi sidang skripsi.

Kedua gw juga sering browsing pengalaman yang pernah sidang TA dari beberapa sobat Blogger. Lumayan bisa membayangkan medan laga nanti yang menakjubkan (kayak cerita perang aja nih, hehe).

Ketiga gw sering2 baca2 paper,jurnal, ebook yang tercantum di daftar pustaka. gw baca semua tuh sumber ilmiahnya (rajin beeneeer dah) biar bener2 mantap n konsisten dengan teorinya. n Jangan lupa baca2 tulisan skripsi saya (ketikan kali ya, kan pake komputer), gw pahami kata demi kata apa maksud maknanya. Setelah gw paham, ya gw hapalin teori di bab 2 n rancangan sistem di bab 3. Untuk bab 4 karena itu hasil data2 penelitian, ya gw cek satu demi satu asal mula data tersebut didapat mulai awal perhitungan hingga akhir perhitungan. Gw cek di lampiran skripsi karena hasil rekapitulasi datanya di lampiran dan cek juga di programnya buat antisipasi kalo diminta data nya di proyektor..

Keempat, persiapkan alat2 perangnya buat sidang. Kalo alat2 perang gw itu ya kayak spidol (gw beli spidol 3 warna hitam, biru n merah), gw bawa hasil pengisian kuesioner yang telah dibukukan (segede gaban bukunya), siapin laptop n charge nya, gw siapin berkas2 sumber ilmiah yg udah diprint terus dirapikan dalam satu map plastik biar ga ribet bawanya. And ga kalah penting persiapkan fisik n mental. Gw waktu hari H, Rabu 14 Maret 2012 jam 07.30 gw jogging di lokasi danau kampus IT Telkom. Gw jogging biar fisik gw rileks dapat udara segar pagi. Gw bersyukur banget jadwal sidang gw pukul 14.30, jadi bisa jogging 30 menitan. Selama jogging juga gw siapin mental dgn keyakinan kalo gw bisa lalui sidang ini dengan penampilan yg terbaik n ga ada yg perlu ditakuti selain Allah subhanallahu wa ta'ala.

Ya, saat sidangnya gw di f305b, gw siapin laptop n nelponin dosen pembimbing n 2 dosen penguji. Bismillah, 13 menitan gw presentasi di depan beliau-beliau. Gw presentasi dgn tenang n tegas. Gw pake media papan tulis untuk membantu penjelasan gw. Selama 47 menit diadakan diskusi ilmiah dan alhamdulillah pukul 16.00 sidang gw berakhir n mendapat revisi sebanyak 4 poin yg apabila dipenuhi revisinya hingga 28 maret 2012 skripsi gw dapat A..


Sampai di kosan pukul 16.30, gw nelpon ibu gw tuk beritahukan hasil sidangnya. Alhamdulillah ibu gw perhatian bgt sm gw. Beliau minta ke gw kalo bsk pagi harus ketemu dosen pembimbing tuk diskusi revisi yg dimaksud. Tanpa basa basi, gw setujui saja permintaan beliau sbg amanah dr orang tua.

 Selasa 20 Maret 2012 pukul 17.00, gw ke ruangan Wakil Rektor I (Warek I) IT Telkom untuk wawancara dgn beliau sbg pemenuhan salah satu poin revisi skripsi gw.  Sejam telah selesai wawancaranya, perasaan gw jadi lega n senang karena berhasil mewawancarai beliah yg itu artinya semua revisi gw terselesaikan, tinggal diketik. Alhamdulillah.

Hari ini Rabu 21 Maret 2012, tepat 7 hari setelah jadwal sidang gw, gw menghadap ke dosen pembimbing untuk menunjukkan hasil revisi yg gw selesaikan. Alhamdulillah kedua dosen pembimbing gw menyetujuinya dan menandatangani 4 lembar pengesahan. Seharian gw berkutat di depan laptop Lenovo gw nyelesaikan revisinya n menyempurnakannya. Selesai diketik, gw print 4 kali di kosan. Setelah di print gw antar ke toko photo copy buat ngejilid hardcover. Gw juga siapin softcopy pelengkap dokumen skripsi yg dibutuhkan fakultas. Gw puas ketika hasil ketikan skripsi gw jadi hardcover. Akhirnya perjuangan gw bisa dibukukan n diukir dalam hardcover ini.
Yg paling menguras tenaga semalaman itu adalah ketika gw mindahin dokumen skripsi gw yg .doc ke .html. Ya ampun lamanya bukan main. Kenapa lama? ya karena tabel n gambar gw emg banyak jadi mesti dikonversikan ke .jpg. Walaupun begitu, dengan semangat 45 akhirnya jam 02.30 bisa selesai juga.

Kamis 22 Maret 2012, 8 hari selesainya sidang skripsi gw, gw nge-burn data2 softcopy ke dalam 4 cd  yaitu buat gw pribadi, perpustakaan, fakultas n kedua dosen pembimbing gw. Tepat pukul 10.00 WIB gw berangkat ke kampus. Gw ke ruangan kedua dosen pembimbing gw tuk menyerahkan cd n buku TA hardcover. Kemudian ke admin fakultas, yang akhirnya menandatangani lembar kontrol sidang gw. Alhamdulillah..

Akhir kata, gw yakin kalo qt berusaha sungguh-sungguh n berkeyakinan kuat tuk wujudkan keinginan kita, maka pasti bisa terwujud, Insya Allah. Semoga cerita pengalaman skripsi gw bisa menginpirasikan buat qt terutama mahasiswa yg sedang menghadapi sidang. Qt ga perlu takut sama dosen penguji yg konon katanya dosen killler di kampus kita. Toh mereka juga manusia sama seperti qt. Tetep tegar n berikan yang terbaik kawan di masa tugas akhirmu di kampus tercinta..

Semoga berhasil sobat !!

Email Crimes and Computer Forensics


Assalamualaikum warohmatulloh wabarokatuh..

Met malam sobat Blogger..Udah lama ga ngupdate blog lagi nih..
Lagi sibuk do-TA nih, mohon doanya agar skripsi gue cepat selesai ya..

Sekarang, gue berikan topik tentang Email Crimes dan Computer Forensic berupa soal-jawab yang pernah gue kerjakan bareng sohib gue (Ldrith) di mata kuliah Komputer Forensik. Yuk kita simak soal-jawabnya..
 
1.      Jelaskan apa yang anda ketahui tentang teknik recovery file! 
Suatu ketika kita dihadapkan dengan masalah kehilangan data-data penting di harddisk baik untuk diri kita pribadi maupun untuk orang lain. Hal ini tentu saja membuat kita jengkel, marah dan panik.  Berikut ini adalah beberapa teknik data recovery yang bisa kita terapkan jika kita menghadapi masalah-masalah pada harddisk seperti yang disebutkan di atas (kami kutip dari http://luthfansaliem.blogspot.com/2010/01/masalah-hardisk-dan-teknik-data.html).

Mengganti Circuit Board / PCB

Teknik ini yang berguna ketika hard disk terbakar pada boardnya.Teknik ini harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai merusak salah satu komponen dalam hard disk.

Mengganti Firmware
Firmware pada hard disk adalah informasi yang digunakan oleh computer yang
mengijinkan computer itu ‘berkomunikasi’ dengan hard disk. Firmware bisa diganti
dengan yang terbaru.

Mengganti Head Stack
Kalau di tape ada yang namanya head, di hard disk juga ada yang namanya head.
Di tape biasanya kalau lagu gak jernih, head-nya bisa kita bersihin pake tape-head-cleaner. Tapi kalau head di hard disk bentuknya sangat kecil sekali, seperti chip berukuran kecil yang berada dalam head stack yang dinamakan Preamplifier. Untuk mengganti head stack lebih baik di kerjakan dalam sebuah tempat yang benar-benar secure karena kesalahan kecil bisa menyebabkan kerusakan fatal.

Memindahkan Disk ke Hard Disk Lain
Jika circuit board yang berada di luar hard disk dan komponen-komponen dalam
hard disk seperti head stack tadi rusak dan hanya kepingan disk yang masih berfungsi, data recovery bisa dilakukan dengan cara memindahkan disk tersebut ke hard drive lain.

Spin-Stand Testers

Spin-Stand ini digunakan untuk melakukan test terhadap hard disk terutama pada preamplifier dan read channel suppliers agar bisa berfungsi dengan akurat. Tester ini sering dipakai oleh pabrik hard disk.

Magnetic Force Microscopes (MFM)
Magnetic Force Microscopes adalah sebuah tool yang sangat mutakhir untuk high-resolution magnetic imaging dari hampir semua media storage. Data recovery menggunakan Magnetic Force Microscopes ini merupakan data recovery yang canggih,
jadi memang harus dilakukan oleh ahlinya.

Di bawah ini adalah beberapa software untuk data recovery yang bisa dipakaiuntuk mengembalikan data-data yang terhapus atau hilang dari hard disk yang bahkan dalam kondisi yang tidak bisa di akses ataupun telah terformat. Dengan catatan kondisi kerusakan bukan secara fisik (physical failure).

SpinRite 6.0
SpinRite adalah program DOS stand-alone yang di design untuk me-refurbish hard disk, floppy disk dan me-recover data dari hard disk atau floppy disk yang tidak bisa dibaca sama sekali dan dari partisi hard disk atau folder yang rusak dan tidak bisa di akses lagi.

Ontrack Data Recovery Software

Ontrack Data Recovery Software menawarkan highest quality dan cost-effective
do-it-yourself data recovery software untuk hampir semua kondisi kerusakan data baik itu di server, computer desktop ataupun laptop untuk segala jenis media, operating system dan file type.

Recover My Files
Recover My Files merupakan software data recovery yang dengan mudah untuk
me-recover file-file yang terhapus meskipun sudah di ‘Empty’ dari Recycle Bin Windows, atau hard disk yang terformat atau file corrupt, terkena virus dan mematikan computer mendadak serta karena kerusakan software.

2.    Jelaskan tentang perlunya recovery email crime!
a. Dapat mengembalikan email yang terhapus. Apabila email terhapus itu tergolong email crime maka bisa menjadi bahan bukti yang ditunjukkan ke pengadilan.
b. Dengan recovery email, investigator dapat menelusuri bukti-bukti adanya email crime dan membuat laporan dari hasil analisisnya.
c. Dengan recovery email, seorang pelaku email crime tidak dapat menutupi kejahatannya di depan pengadilan.
d. Dengan recovery email, seorang hakim dapat menghukumi pelaku email crime sesuai prosedur yang berlaku.
3. Jelaskan tentang perlunya analisis log email pada kasus email crime!
a. Analisis pada log email berguna mendapatkan bukti pada sistem atau jaringan yang digunakan si pengirim email crime.  
b. Keterangan hasil dari analisis log email dapat membantu merekonstruksi kejadian seperti pada waktu aslinya. Jadi seorang investigator dapat menelusuri waktu kejadian email crime.
c. Keterangan hasil analisis log email dilengkapi bukti isi/message email crime bisa ditunjukkan di pengadilan untuk membuktikan aktivitas kriminal apabila kasus tersebut memang kriminal murni sehingga merugikan si penerima email.
d. Keterangan hasil analisis log  email dengan dilengkapi bukti isi/message email crime dapat membantu menentukan identitas dan tujuan/maksud pelaku email crime.
e. Hasil analisis log file dengan dilengkapi bukti isi/message email crime dapat membantu identitas sifat serangan ke si penerima email apakah dikategorikan kasus yang berat atau ringan.  

4. Buka email anda dengan microsoft outlook dan thunderbird. Hapuslah semua email yang ada di inbox. Kemudian recovery email yang sudah dihapus. Minimal ada 3 email. Jelaskan jawaban anda!
Berikut tampilan outlook pada tampilan lihat ke semua e-mail
pada gambar dibawah, ketika e-mail didelete maka bentuk nya berupa garis.
ketika beberapa atau keseluruhan e-mail dihapus e-mail tersebut akan berada pada folder trash. Ketika disana maka e-mail dapat di recovery kembali, namun jika e-mail tidak sengaja terhapus dari trash maka file akan hilang.


Dari hal tersebutlah disini kami menggunakan recoveryfix for outlook, dari aplikasi tersebut dapat melakukana recover pada e-mail yang tidak sengaja terhapus oleh Microsoft outlook. Yang dilakukan adalah menemukan file .pstOutldevidly@gmail.com-00000002.pst yang kemudian akan tampak seperti gambar dibawah ini. 
Akan terlihat pada sebelah kanan list, maka akan tampak “Lost/deleted”. Namun aplikasi ini tidak dapat merecover e-mail jika masi dalam masa trial atau harus dibeli terlebih dahulu.
  Berikut tampilan thunderbird pada tampilan lihat ke semua e-mail

Kami menggunakan aplikasi “Email Recovery for Thunderbird” untuk merecover email yang sengaja/tidak sengaja terdelete.
Gambar dibawah  merupakan hasil scan dari email store yang berasal dari email client.


 
Kemudian untuk melihat file yang terdelete kami menuju trash, ternyata banyak file yang terecovery dari hasil yang sudah dihapus. Maka kami coba untuk merecoverynya dengan cara centang salah satuny atau beberapa file kemudian file-save recovered emails.


Namun aplikasi menolak karena itu merupakan fitur dari aplikasi yang sudah dibayar.


-          Berikut tampilan dalam hasil scan hardisk dalam computer, ketika dilakukan scan 18% (karena waktu tidak cukup) maka ditemukan 1 file.
 .
 
Ketika dicoba do recovery, maka hasilnya sama. Tidak dapat diteruskan.


Kesimpulan, aplikasi yang digunakan untuk merecovery sangat banyak namun kebanyak berbayar namun hal tersebut sepertinya sangat pantas mengingat pentingnya data yang akan direcovery jika tidak sengaja atau ada yang sengaja menghapusnya. Tools ini bisa dikatakan forensic karena meneliti apa yang hilang dari e-mail.


5. Apa yang anda ketahui tentang advance persistent thread? Apa kaitannya dengan email crime?
Akhir-akhir serangan ke berbagai sumber daya teknologi informasi semakin gencar. Hacker sebagai salah satu pelaku utama yang sering melakukan serangan ke beberapa lubang IT security suatu perusahaan menjadikan perusahaan tersebut bulan-bulanan korban serangan. Apalagi si hacker tersebut tidak hanya mencari lubang IT security tetapi juga mengubah, menghapus atau mencuri data-data penting yang menaikkan statusnya menjadi seorang cracker.
Advanced Persistent Threat atau disingkat APT merupakan serangan yang dilakukan secara terus-menerus yang dilakukan oleh sekelompok hacker yang handal. Para hacker ini senantiasa memantau keadaan lubang IT security perusahaan. Lewat serangan APT ini, hacker bisa jadi mengakses informasi yang penting seperti intellectual property dan dokumentasi penting berisi kebijakan dan strategis perusahaan [sumber: Advanced Persistent Threats: A Decade in Review yang diunduh dari situs http://www.commandfive.com/research.html]
Secara umum, serangan APT berlangsung dengan cara sebagai berikut [dikutip dari http://www.damballa.com/knowledge/advanced-persistent-threats.php]:
a.       Infeksi malware berbasiskan internet.
b.      Infeksi malware secara fisik
c.       Eksploitasi secara eksternal

 
Gambar 5.1 Serangan APT yang dilancarkan ke perusahaan.

Berikut ini berita yang memuat serangan APT melalui email yang berhasil kami kumpulkan dan serangan ini bisa dikategorikan email crime [sumber: Advanced Persistent Threats: A Decade in Review yang diunduh dari situs http://www.commandfive.com/research.html]
Gambar 5.2 Serangan APT lewat email ke pemerintah Perancis

Pada gambar 5.2 memuat berita bahwa pemerintah Perancis menjadi target penyerangan melalui kampanye socially engineered via email. Lewat serangan ini para hacker berhasil mengendalikan komputer kementrian dan mengumpulkan dokumen-dokumen penting.

Gambar 5.3 Serangan APT lewat email ke pemerintah Kanada

Pada gambar 5.3 memuat berita bahwa suatu departemen dari pemerintah Kanada menjadi target penyerangan melalui socially engineered via email yang berasal dari staf seniornya.

Dari sekian banyak berita tersebut kami tidak bisa tampilkan satu per satu tetapi sebagai gantinya kami tampilkan tabel yang berisi ringkasan serangan APT via email kepada para korbannya [lihat gambar 5.4].



Gambar 5.4 Tabel ringkasan serangan APT via email.

Melalui gambar 5.4 bisa kami simpulkan bahwa serangan APT ke beberapa korbannya dilakukan secara terus-menerus lewat email yang bertemakan social engineering. Umumnya setelah serangan tersebut berhasil, para pelaku mencuri data-data penting dari korbannya. Hal ini menjadikan serangan APT via email tergolong email crime karena melakukan tindak kriminal bisa berupa pencurian data lewat media email.

Bagi yang penasaran dengan metodologi serangan APT, kami tampilkan bagan serangan APT dan dapat membacanya secara lengkap di artikel Advanced Persistent Threats: A Decade in Review halaman 8, diunduh dari situs http://www.commandfive.com/research.html.
Gambar 5.5 Dasar metodologi serangan APT

Cukup sekian pembahasannya, saatnya saya belajar kembali kawan..^_^

Semoga Bermanfaat!

Pertama kali makan keripik pedas level 5

Kawan sobat Blogger, udah lama ga jumpa lagi??
Terakhir kali saya menulis pada bulan Juni 2011, sedangkan saat ini udah akhir di bulan September 2011. Woww, berarti lama juga ya saya vakum di dunia blog, hehe.. maklum terasa banget jadi orang sibuk saat itu.
Oke, sesuai judul artikel ini, saya ceritakan sebuah kisah (walah kok dramatis banget ya??) kemarin malam tepatnya tanggal 27 September 2011 bermula saya dan seorang kawan akrab saya di kosan sedang ngabuburit beli makanan untuk makan malam. Melintas di depan gerbang kampus Poltek Telkom, kami temukan sebuah mobil yang misterius (halah apa coba?) yang rupanya ada beberapa makhluk (apa lagi nih?) yang sedang menawarkan keripik pedas yang konon terkenal di Bandung dengan level pedasnya dari 1 sampai 10. Nah saya minta kawan saya tuk beli keripik pedas level 5, bayangin aja sobat, level 5 aja udah pedas gimana level 10, pastinya pueeedeessss banggettt toh, hehehe..

Akhirnya sampai di kosan, setelah kami menyantap menu utama makan malam, tanpa ba bi bu lagi kami langsung ngemil keripik pedas level 5 (nah lho, keripiknya bisa jadi makanan penutup juga nih, hihi), karena udah penasaran dengan seberapa pedas di level 5. Tentunya kami ngemil sambil nonton film di komputer.


Ternyata eh ternyata sobat Blogger apa yang terjadi coba??
Dari awal kali saya mengunyah keripik yang tadinya masih belum terasa pedes, eh lama-lama kok pedesnya udah terasa di lidah dan sampai juga di ubun-ubun pedesnya (emang ada yah pedesnya ke ubun-ubun?). Reaksi lidah saya langsung panas, n saya segera kembali ke kamar,mencari air mineral untuk meredam panasnya di lidah akibat ngemil keripik (huah huah huah). Akhirnya pedesnya udah berhasil diredam, namun saya masih penasaran, mau uji nyali lagi ngerasain pedesnya. Tanganku pun usil menuangkan keripik dari bungkusan ke tissu, kalo ga gitu nanti rebutan sama kawan saya tadi, hehe..

Nah, pedesnya sekarang bisa saya kontrol tanpa meminum air mineral lagi, mau tau caranya? caranya tuh saya makan keripiknya dikit-dikit dan apabila mulai terasa pedesnya di lidah, saya hentikan dulu ngemilnya sampai pedesnya berkurang terasa.

Selama saya ngemil keripik pedes, ngantuk saya langsung lenyap dari pelupuk mata, dan ternyata lebih ampuh jadi obat anti ngantuk dibanding ngopi, heheehe..Namun apa yang saya rasakan, ternyata kawan saya merasakan kondisi sebaliknya. Eh dia malah jadi ngantuk, sempat tertidur selama nonton filmnya.. Hmm, mungkin reaksi tubuh kita berbeda kali ya..

Sobat Blogger tau apa yang terjadi pada pagi hari ini pada saya dan kawan saya?
1...2...3...4...ehmm bener juga tebakannya..Iya, saya langsung mules-mules pagi harinya setelah kemarin malamnya ngemil keripik pedas level 5. Kemudian saya pergoki kawan saya tadi ikutan mules. hahahaha ternyata kita kompakan juga.. Hmm, ampun dah ngemil keripik pedas level 5 tadi, jadi mules-mules gini.

Penasaran keripik pedas apa yang bikin kita mules? Ini gambar produknya

Kumpulan audio ceramah Aa Gym

Sobat muslim, pada kesempatan ini saya berikan link download kumpulan mp3 ceramah K.H. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Saya merasakan apa yang beliau sampaikan benar-benar membawa perubahan bagi saya sendiri untuk menjadi pribadi muslim yang barhati bersih di setiap episode kehidupan. 
Semoga mp3 ceramah Aa Gym yang berhasil saya kumpulkan bermanfaat bagi saya pribadi dan sobat sekalian.
Ingat perubahan dimulai dari sendiri, dimulai dari kecil-kecilan dan dimulai saat ini juga. 

1. Waktu
2. Kiat Sukses 7B
3. Kunci Sukses Membina Rumah Tangga
4. Memulai Perubahan
5. Memperbaiki Diri
6. Menjaga Kebeningan Hati
7. Manajemen Waktu
8. Memuliakan Orang Tua.
9. Indahnya Kesabaran: part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6
10. Bahaya Dengki: part 1, part 2, part 3, part 4
11. Manajemen Qolbu: part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6
12. Marah: part 1, part 2, part 3, part 4, part 5
13. Mengatasi Persoalan Hidup: part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6
14. Misi Hidup: part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6, part 7, part 8
15. Pilar Keluarga Sakinah: part 1, part 2, part 3, part 4, part 5
16. Rambu-Rambu Keinginan: part 1, part 2, part 3
17. Sholat Khusyuk: part 1, part 2, part 3
18. Al Muhyi dan Al Mumiit
19. Menyiapkan Generasi yang Siap Hadapi Tantangan: part 1, part 2
20. Al Ba'its
21. Berhati-hati Dengan Kejengkelan Hati
22. Sukses Memimpin dan Dipimpin: part 1 dan part 2
23. Ridha Dengan Takdir
24. Riya
25. Listening Quotient
26. Penyebab Tidak Akur
27. Penyakit Sombong
28. Rendah Hati
29. Rambu-rambu Keinginan
30. Krisis Akhlak 
31. Merenung dan Menambah Ilmu
32. Mencontoh Rasululloh
33. Mencari dan Menyampaikan Ilmu
34. Pentingnya Sabar 
35. Patuh dan Pribadi Unggul
36. Penciptaan Manusia
37. Dengki
38. Bersembunyi Dibalik Alasan
39. Fondasi Niat
40. Pentingnya Ilmu
41. Wawancara Aa Gym di Kick Andy
42. Ceramah di Korea: part 1, part 2, part 3, part 4, part 5, part 6, part 7, part 8